Ada 7 hal "yang terlihat" sering dilakukan orang saat Hari Raya Imlek, yang merupakan kepercayaan ,tradisi, ritual agama, agar segala pengharapan terkabul .
Akan tetapi tersirat makna "yang tidak terlihat",yaitu :
1. Membersihkan rumah, bermakna : manusia harus selalu introspeksi, hal-hal yang tidak baik dan dapat menghambat keberuntungan hidup harus dibersihkan dari batin.
2. Sembahyang kepada leluhur, bermakna : manusia harus dapat membalas budi kepada orang yang telah berjasa kepadanya, seperti kepada orang tua, suami/istri, teman/karyawan yang mempunyai kontribusi kepadanya, dan lain-lain.
3. Makan bersama sebelum Hari Raya Imlek, bermakna : manusia tidak dapat berpisah dengan kelompoknya , bersatu adalah teguh, bercerai adalah runtuh , keluarga yang mampu harus membantu yang kurang mampu.
4. Ibadah/ritual sembahyang , bermakna : untuk mendapatkan kepercayaan, manusia harus mempunyai prilaku yang baik dan pola pikir untuk jangka panjang . Semua itu bila didasari oleh keyakinan beragama tentu akan membawa manfaat yang besar.
5. Menyambut Hari Raya Imlek dengan gembira, bermakna: kondisi hidup yang tidak menyenangkan harus disikapi dengan gembira agar terasa ringan . Ornamen merah lambang kasih sayang : manusia boleh berbeda agama,kepercayaan, tradisi, suku
akan tetapi ,masalah yang dihadapi sama yaitu kelahiran,usia tua,sakit,mati, keinginan tidak tercapai , berkumpul/ bertemu dengan orang/masalah yang tidak disukai, berpisah dengan yang dicintai, terikat oleh kebutuhan jasmani dan rohani, semuanya butuh kasih sayang.
6. Mengucapkan selamat/gong xi, bermakna : hubungan manusia yang satu dengan yang lainnya harus disikapi dengan tersenyum, tertawa, mengharapkan orang beruntung, agar tercipta suasana yang menyenangkan dan banyak memperoleh kemudahan .
7. Membagikan angpao , bermakna : manusia harus saling peduli dan memiliki rasa empati.
Makna dari 7 falsafah Imlek tersebut harus diwujudkan dalam perbuatan nyata sehari-hari, sehingga mudah memperoleh keselamatan dan tercipta keluarga yang beruntung, lingkungan yang menyenangkan, negara yang aman sentosa.
(Source: unknown)
Selasa, 27 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar